Panduan tentang cara melakukan survei yang benar ini memang terkesan memberikan tutorial kepada surveyor leasing maupun bank. Tetapi bagi masyarakat awam, pedoman ini juga penting dipelajari. Karena calon nasabah dapat menilai apakah team survey ini profesional dalam bekerja atau tidak dan apakah mereka sesuai prosedur atau tidak. Bagi beberapa calon debitur bank dan leasing yang sudah melalui tahap ini juga bisa memperkirakan proses yang sudah dihadapinya apakah sudah tuntas atau belum.

Prosedur Survey

Adapun langkah-langkah yang sistematis dan prosedural secara profesional untuk seorang surveyor melakukan tugas survei adalah sebagai berikut:

cara survey kredit di bank dan leasing pinjaman

  1. Menelepon calon nasabah. Selain meminta petunjuk arah menuju rumah debitur, biasanya kesempatan ini juga dilakukan untuk menggali informasi awal. Mulai dari kelengkapan dokumen kredit yang harus disiapkan, melakukan konfirmasi besarnya dana yang dipinjam, menanyakan detail agunan yang meliputi: Merek, tipe, tahun pembuatan mobil atau motor, bahkan hingga plat nopol kendaraan.
  2. Melakukan pengecekan administrasi kendaraan. Berbekal plat nomer polisi untuk jaminan bpkb mobil, maka tim survei leasing dan bank biasanya melakukan cross check ke alamat kantor samsat terdekat. Biasanya mengechek apakah kendaraan yang jadi agunan ini bermasalah? Pajak stnk mati? Atau apakah diblokir?
  3. Setelah tiba di rumah nasabah, maka secara komunikatif, pihak surveyor akan melakukan wawancara secara mendetail. Pada kesempatan ini, biasanya sambil meminta kelengkapan dokumen persyaratan pinjaman.
  4. Surveyor melakukan wawancara sesuai dengan bahan analisa kredit yang dibutuhkan. Salah satu prinsip survey yang dikenal umum adalah analisa 5C kredit. Seperti pengertian 5C yang ditulis oleh website Tuasd, pengamatan di rumah nasabah meliputi penggalian informasi: Capital, Caracter, Capacity, Condition, dan Collateral.
  5. Cara survey berikutnya adalah melakukan foto unit jaminan dan bpkbnya. Uji cek fisik nomer rangka dan nomer mesin mobil juga wajib dilakukan dan dicocokkan sesuai data bpkb dan stnk.
  6. Melakukan cek survei lingkungan. Biasanya surveyor bertanya pada tetangga atau satpam kompleks (jika nasabah tinggal di area perumahan), mengenai keberadaan calon debitur. Apakah sudah lama tinggal di situ? Apakah pernah ada masalah dengan kolektor tagih dari leasing atau bank? Dan bagaimana karakter nasabah dalam bertetangga.
  7. Cara survei yang terakhir adalah dengan melakukan pengechekan data di sistem leasing. Biasanya yang dicek adalah nama pemohon dan penjamin serta nama-nama yang tertera di kartu keluarga (KK). Jika terdeteksi pihak nasabah pernah bermasalah, maka proses dihentikan.
  8. Ini merupakan cara tambahan. Yaitu melakukan pengechekan BI checking bagi leasing dan bank yang menerapkannya. Langkah ini bisa juga dilakukan di awal demi efisiensi waktu.

Baca juga: Penyebab Jumlah Leasing Mobil di Jakarta Pusat Sedikit

Demikianlah cara-cara terbaik bagi surveyor menjalankan teknik survey untuk menggali informasi debitur sebanyak-banyaknya. Mereka bukanlah penentu persetujuan, melainkan sebagai pihak yang menyajikan data dan informasi lengkap tentang nasabah yang melakukan pendaftaran pinjaman kredit.

Info Web Dana Tunai Jakarta & Tgr